Menggagas Pariwisata Halal di Yogyakarta, Analisa Singkat

Menggagas Pariwisata Halal di Yogyakarta, Analisa Singkat

Menggagas Pariwisata Halal di Yogyakarta, Analisa Singkat

Pada kesempatan kali ini, kami dari rental mobil Jogja CV Tugu Tour & Rent Car berupaya untuk menyuguhkan analisa singkat mengenai sektor pariwisata halal di Jogja. Meskipun core bisnis kami ada di dunia jasa transportasi, namun tidak bisa dipungkiri bahwa jasa sewa mobil terpengaruh oleh sektor wisata di Jogja. Tulisan kami ini hanyalah analisa singkat, lebih tepatnya opini, bukan sebuah makalah akademis. Jadi jika bermanfaat silahkan diambil sebagai khasanah berfikir pembaca yang budiman.

Pengertian Wisata Halal

Dari halaman wikipedia, istilah halal tourism di definisikan sebagai “Halal tourism is a subcategory of tourism which is geared towards Muslim families who abide by rules of Islam”. Dalam terjemah bebas google translate halal tourism adalah “Wisata halal merupakan subkategori pariwisata yang diarahkan keluarga Muslim yang mematuhi peraturan islam”. Jadi bisa kita pahami bahwa wisata halal / halal tourism ditujukan hanya untuk keluarga muslim saja.

Potensi Wisata Halal Jogja

Yogyakarta sebagai salah satu provinsi yang dahulunya merupakan bagian dari kerajaan Mataram Islam. Hingga kini masih menyimpan potensi pariwisata Islamnya. Ada beberapa obyek wisata sejarah dan budaya yang bercorakkan Islam. Di Kotagede misalnya, kita masih bisa menjumpai masjid Gedhe Kotagede, yang merupakan peninggalan dari Mataram Islam. Tak hanya itu, corak budaya seperti wayang kulit sebenarnya kaya akan falsafah islam, yang konon dimasukkan oleh Sunan Kalijaga sebagai salah satu cara untuk mendakwahkan Islam di Jawa.

Selain potensi wisata budaya dan sejarah yang bernafaskan Islam. Jika kita bicara potensi pariwisata halal di Jogja. Maka tidak bisa kita lepaskan dari mayoritas agama yang ada di Indonesia, dimana banyak wisatawan domestik muslim yang berkunjung ke Jogja tiap tahunnya. Sebuah data yang bisa ditangkap dengan baik oleh penyelenggara wisata di Yogyakarta tentunya.

Menggagas Pariwisata Halal di Yogyakarta, Analisa Singkat

Masjid Gedhe Kauman, sumber ig @dendi_yurist

 

Pariwisata Haram di Jogja

Jika ada wisata halal, apakah ada wisata haram di Yogyakarta? Menurut hemat kami ada, selama kita masih ada di dunia, sisi baik yang berkesuaian dengan Islam dan sisi yang dilarang oleh Islam akan tetap ada. Misalkan di yogyakarta berdiri banyak diskotek yang digunakan untuk dugem dan minum minuman keras. Yang mana kita tahu bahwa miras / minol (minuman beralkohol) adalah hal yang dilarang dalam Islam.

Selain itu, Jogja juga memiliki tempat jajan bagi para lelaki hidung belang yang legendaris. Yaitu berada di Jalan Pasar Kembang di dekat Malioboro. Yang kami herankan adalah, tempat tersebut dekat dan diketahui oleh kepolisian dan pemerintah, namun tak ada daya untuk membuat penghuninya mendapatkan pekerjaan yang lebih mulia dan bermartabat. Dan masih banyak lagi ketidaksesuaian aplikasi dunia pariwisata dengan agama Islam yang notebene merupakan agama mayoritas di Indonesia ini.

Penutup

Gambaran kami soal sektor wisata yang baik adalah sektor wisata yang dikelola dengan prinsip-prinsip Islam dari hulu dan hilir. Jadi tidak hanya obyek wisata yang bernafaskan islam, namun juga mencakup tentang perhotelan, transportasi, pengaturan pakaian di obyek wisata (lebih tepatnya area publik). Sehingga tidak cukup dengan istilah pariwisata halal, namun lebih cocok untuk disebut sistem pariwisata halal. Akankah itu terwujud dalam waktu dekat ini? Tidak ada yang tahu, yang jelas saat ini gelombang halalisasi terus terjadi. Semoga analisa singkat kami beramfaat, silahkan share pendapat Anda melalui kolom komentar yang tersedia. Matur nuwun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *